11 Kali Pergantian Kurikulum Dalam Sistem Pendidikan Indonesia
EK-Kurikulum memiliki peranan penting dalam mengatur ekosistem pendidikan di Indonesia. Sebab dengan kurikulum pendidikan yang strategis dapat diselenggarakan dengan baik. Namun kurikulum dapat saja berubah dan diganti bila dalam penyelenggarannya tidak mencapai tujuan yang dicita-citakan. Indonesia sendiri telah mengalami pergantian kurikulum 11 kali.
Berikut adalah 11 kurikulum yang pernah menjadi pengarah dalam sistem pendidikan di Indonesia.
1. Rentjana Pelajaran-1947
Rentjana Pelajaran 1947 merupakan Kurikulum yang pertama usai kemerdekaan Indonesia. Pada saat itu istilah kurikulum dikenal dalam Bahasa Belanda Leer Plan atau di Indonesia-kan menjadi rencana pelajaran. Oleh karena itu lahirlah sebelum EYD namanya adalah Rentjana Pelajaran 1947. Namun rencana pelajaran baru direalisasikan pada tahun 1950. Kurikulum Rentjana Pelajarn lebih menekankan pembentukan karaakter yang merdeka dan yang berdaulat dari bangsa-bangsa lain.
2. Rentjana Pelajaran Terurai 1952
Hal yang paling menonjol dalam kurikulum Rentjana Pelajaran terurai adalah lebih menekankan konsep tematik. Kurikulum Rentjana Pelajaran terurai merupakan pengembangan dari Rentjana Pelajaran 1947
3. Rentjana Pendidikan 1964
Konsep dari kurikulum ini adalah pembelajaran yang aktif, kreatif dan produktif. Melalui konsep ini pemerintah menekankan bahwa hari sabtu siswa boleh mengaktualisasikan bakat dan kemampuannya.
4. Kurikulum 1968
Pada kurikulum ini, lebih ditekankan pada untuk mempertinggi mental, moral, pekerti dan keyakinan beragama. Hal yang paling menojol dalam kurikulum ini adalah adanya korelasi antara jenjang pendidikan rendah dengan pendidikan tinggi.
5. Kurikulum 1975
Kurikulum ini merupakan penyempurnaan kurikulum 1968. Kurikulum ini mengundang banyak kritikan sebab guru disibukan dengan menulis berbagai rincian kegiatan pembelajaran. Dalam Kurikulum ini ditemukan sejumlah perubahan. Nama mata pelajaran ilmu alam daaan ilmu hayat berubah menjadi ilmu pengetahuan alam. Kemudian dalam mata pelajaran aljabar dan ilmu ukur menjadi matematika.
6. Kurikulum 1984
Kurikulum ini lebuh mengedepankan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Pada kurikulum inilah lahir konsep Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif.
7. Kurikulum 1994
Adanya perubahan sistem pembagian waktu pembelajaran dari semester ke caturwulan. Nama SMP menjadi SLTP, SMA menjadi SMU, dan penjurusan dibagi menjadi IPA, IPS, dan Bahasa.
8. Kurikulum 2004
Pada kurikulum ini lahirlah Kurikulum Berbasis Kompetensi, mengandung 3 unsur pokok, yaitu pemilihan kompetensi sesuai spesifikasi, indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan kompetensi, dan pengembangan pembelajaran.
Sekolah dapat mengurai kurikulum tersebut sesui dengan kebutuhan siswa dan ada beberapa perubahan yaitu, SLTP menjadi SMP kembali dan SMU menjadi SMA.
9. Kurikulum 2006
Kurikulum ini biasa dikenal dengaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pada dasarnya kurikulum ini memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengambil keputusan secara partisipatif. Tujuannya adalah untuk memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberuian kewenangan kepada lembaga pendidikan.
10. Kurikulum 2013
Kurikulum ini lebih menekankan pendidikan karakter.
11. Kurikulum 2022
Kurikulum ini dinilai lebih fleksibel katanya. Lihat saja nanti.
Demikianlah pemamparan singkat terkait jumlah kurikulum dari waktu kewaktu yang menemani sistem pendidikan di Indonesia.
Berikut adalah 11 kurikulum yang pernah menjadi pengarah dalam sistem pendidikan di Indonesia.
1. Rentjana Pelajaran-1947
Rentjana Pelajaran 1947 merupakan Kurikulum yang pertama usai kemerdekaan Indonesia. Pada saat itu istilah kurikulum dikenal dalam Bahasa Belanda Leer Plan atau di Indonesia-kan menjadi rencana pelajaran. Oleh karena itu lahirlah sebelum EYD namanya adalah Rentjana Pelajaran 1947. Namun rencana pelajaran baru direalisasikan pada tahun 1950. Kurikulum Rentjana Pelajarn lebih menekankan pembentukan karaakter yang merdeka dan yang berdaulat dari bangsa-bangsa lain.
2. Rentjana Pelajaran Terurai 1952
Hal yang paling menonjol dalam kurikulum Rentjana Pelajaran terurai adalah lebih menekankan konsep tematik. Kurikulum Rentjana Pelajaran terurai merupakan pengembangan dari Rentjana Pelajaran 1947
3. Rentjana Pendidikan 1964
Konsep dari kurikulum ini adalah pembelajaran yang aktif, kreatif dan produktif. Melalui konsep ini pemerintah menekankan bahwa hari sabtu siswa boleh mengaktualisasikan bakat dan kemampuannya.
4. Kurikulum 1968
Pada kurikulum ini, lebih ditekankan pada untuk mempertinggi mental, moral, pekerti dan keyakinan beragama. Hal yang paling menojol dalam kurikulum ini adalah adanya korelasi antara jenjang pendidikan rendah dengan pendidikan tinggi.
5. Kurikulum 1975
Kurikulum ini merupakan penyempurnaan kurikulum 1968. Kurikulum ini mengundang banyak kritikan sebab guru disibukan dengan menulis berbagai rincian kegiatan pembelajaran. Dalam Kurikulum ini ditemukan sejumlah perubahan. Nama mata pelajaran ilmu alam daaan ilmu hayat berubah menjadi ilmu pengetahuan alam. Kemudian dalam mata pelajaran aljabar dan ilmu ukur menjadi matematika.
6. Kurikulum 1984
Kurikulum ini lebuh mengedepankan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Pada kurikulum inilah lahir konsep Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif.
7. Kurikulum 1994
Adanya perubahan sistem pembagian waktu pembelajaran dari semester ke caturwulan. Nama SMP menjadi SLTP, SMA menjadi SMU, dan penjurusan dibagi menjadi IPA, IPS, dan Bahasa.
8. Kurikulum 2004
Pada kurikulum ini lahirlah Kurikulum Berbasis Kompetensi, mengandung 3 unsur pokok, yaitu pemilihan kompetensi sesuai spesifikasi, indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan kompetensi, dan pengembangan pembelajaran.
Sekolah dapat mengurai kurikulum tersebut sesui dengan kebutuhan siswa dan ada beberapa perubahan yaitu, SLTP menjadi SMP kembali dan SMU menjadi SMA.
9. Kurikulum 2006
Kurikulum ini biasa dikenal dengaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pada dasarnya kurikulum ini memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengambil keputusan secara partisipatif. Tujuannya adalah untuk memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberuian kewenangan kepada lembaga pendidikan.
10. Kurikulum 2013
Kurikulum ini lebih menekankan pendidikan karakter.
11. Kurikulum 2022
Kurikulum ini dinilai lebih fleksibel katanya. Lihat saja nanti.
Demikianlah pemamparan singkat terkait jumlah kurikulum dari waktu kewaktu yang menemani sistem pendidikan di Indonesia.